SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Saya
memposting materi SIM untuk melengkapi tugas dari mata kuliah Sistem Informasi
Manajemen oleh Bapak Haryadi Mujianto, S.E., M.M., M.Si di Universitas Nurtanio
Bandung.
Sistem Informasi Manajemen atau SIM adalah sistem perencanaan
bagian dari pengendalian internal suatu bisnis
yang meliputi pemanfaatan manusia, dokumen, teknologi, dan prosedur oleh akuntansi manajemen untuk memecahkan
masalah bisnis seperti biaya produk, layanan,
atau suatu strategi bisnis. Sistem informasi manajemen dibedakan
dengan sistem informasi biasa karena SIM
digunakan untuk menganalisis sistem informasi lain yang diterapkan pada
aktivitas operasional organisasi. Secara akademis, istilah ini umumnya
digunakan untuk merujuk pada kelompok metode manajemen informasi yang bertalian
dengan otomasi atau dukungan terhadap pengambilan keputusan manusia,
misalnya sistem pendukung keputusan, sistem pakar,
dan sistem informasi eksekutif.
Pengertian Menurut Para Ahli
·
Bodnar
dan Hopwood ; buku Accounting Information System : Kumpulan perangkat
keras dan perangkat lunak yang dirancang untuk mentransformasikan data dalam
bentuk informasi yang berguna.
·
Turban,
McLean, dan Waterbe ; buku Information Technology for Management Making
Connection for Strategies Advantages : Sistem yang mengumpulkan,
memproses, menyimpan, menganalisa, dan menyebarkan informasi untuk tujuan yang
spesifik.
·
L.
James Havery ; Sistem merupakan prosedur logis dan rasional guna melakukan
atau merancang suatu rangkaian komponen yang berhubungan satu sama lain.
·
Ludwig
Von Bartalanfy ; Sistem merupakan seperangkat unsur yang saling terikat
dalam suatu antar relasi di antara unsur-unsur tersebut dengan lingkungan.
·
O’brien ;
Sistem adalah sekelompok komponen yang saling berhubungan, bekerja sama untuk
mencapai tujuan bersama dengan menerima input serta menghasilkan output dalam
transformasi yang teratur.
·
Azhar
Susanto ; Sistem adalah kumpulan/group dari sub sistem/bagian/komponen
apapun baik fisik maupun non fisik yang saling berhubungan satu sama lain dan
bekeaan, pengendalian, pengevaluasian, dan perbaikan berkelanjutan.
Perkembangan Sistem Informasi
Manajemen
Pada
awal perkembangan komputerisasi informasi, computer belum mempunyai program
yang berjalan secara otomatis, melainkan hanya menjalankan komando yang
dimasukkan secara manual kedalam komputer. Setelah tahun 2000’an, system informasi
manajemen mulai berkembang sebagai satu sistem yang terintegrasi pada berbagai induk
perusahaan dan cabang-cabangnya.
Sistem
tersebut kemudian dibentuk dalam system informasi berbasis komputer (Computer
Based Information System).Hingga kini, system informasi berjalan secara terintegrasi
dan berjalan secara otomatis.
SIM
sendiri mempunyai elemen-elemen fisik yang dibutuhkan untuk kelancaran sistem
yang digunakan, yaitu perangkat keras komputer, perangkat lunak, yaitu perangkat
lunak system umum, perangkat lunak terapan umum, serta program aplikasi.
Selanjutnya,
dalam SIM terdapat database dan prosedur pelaksanaan system manajemen perusahaan
dan tentunya, petugas yang mengoperasikan semua system tersebut.
Proses Manajemen
Proses manajemen didefinisikan sebagai
aktivitas-aktivitas:
·
Perencanaan,
formulasi terinci untuk mencapai suatu tujuan akhir tertentu adalah aktivitas
manajemen yang disebut perencanaan. Oleh karenanya, perencanaan mensyaratkan
penetapan tujuan dan identifikasi metode untuk mencapai tujuan
tersebut.
·
Pengendalian,
perencanaan hanyalah setengah dari pertempuran. Setelah suatu rencana dibuat,
rencana tersebut harus diimplementasikan, dan manajer serta pekerja harus
memonitor pelaksanaannya untuk memastikan rencana tersebut berjalan sebagaimana
mestinya. Aktivitas manajerial
untuk memonitor pelaksanaan rencana dan melakukan tindakan korektif sesuai
kebutuhan, disebut kebutuhan.
·
Pengambilan
Keputusan, proses pemilihan di antara berbagai alternative disebut
dengan proses pengambilan keputusan. Fungsi manajerial ini merupakan jalinan
antara perencanaan dan pengendalian. Manajer harus memilih di antara beberapa
tujuan dan metode untuk melaksanakan tujuan yang dipilih. Hanya satu dari
beberapa rencana yang dapat dipilih. Komentar serupa dapat dibuat berkenaan
dengan fungsi pengendalian.
Fungsi
Sistem Informasi Manajemen
Fungsi
utama diterapkannya system informasi manajemen dalam suatu organisasi adalah sebagai
berikut:
1. Mempermudah pihak
manajemen untuk melakukan perencanaan, pengawasan, pengarahan dan pendelegasian
kerja kepada semua departemen yang memiliki hubungan komando atau koordinasi dengannya.
2. Meningkatkan efisiensi
dan efektifitas data yang tersaji akurat dan tepat waktu.
3. Meningkatkan produktifitas
dan penghematan biaya dalam suatu organisasi.
4. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia karena
unit system kerja yang terkoordinir dan sistematis.
Contoh
Sistem Informasi Manajemen
Beberapa
contoh kongkrit penerapan system informasi manajemen adalah sebagai berikut:
1.
Enterprise
Resource Planning (ERP)
Sistem
ERP ini biasanya digunakan oleh sejumlah perusahaan besar dalam mengelola manajemen
dan melakukan pengawasan yang saling terintegrasi terhadap unit bidang kerja Keuangan,
Accounting, Sumber Daya Manusia, Pemasaran, Operasional,
dan Pengelolaan Persediaan.
2.
Supply Chain Management
(SCM)
Sistem SCM ini
sangat bermanfaat bagi pihak manajemen dimana data data yang disajikan terintegrasi
mengenai manajemen suplai bahan baku, mulai dari pemasok, produsen, pengecer hingga
konsumen akhir.
3.
Transaction
Processing System (TPS)
TPS
ini berguna untuk proses data dalam jumlah yang besar dengan transaksi bisnis
yang rutin. Program ini biasa diaplikasikan untuk manajemen gaji dan inventaris.Contohnya
adalah aplikasi yang digunakan untuk Bantuan Keuangan Desa Pemprov JawaTimur.
4.
Office
Automation System (OAS)
Sistem
aplikasi ini berguna untuk melancarkan komunikasi antar departemen dalam suatu perusahaan
dengan cara mengintegrasikan server-server computer pada setiap user di
perusahaan. Contohnya adalah email.
5.
Knowledge Work
System (KWS)
Sistem
informasi KWS ini mengintegrasikan satu pengetahuan baru kedalam organisasi. Dengan
ini, diharapkan para tenaga ahli dapat menerapkannya dalam pekerjaan mereka.
6.
Informatic
Management System (IMS)
IMS
berfungsi untuk mendukung spectrum tugas-tugas dalam organisasi, yang juga dapat
digunakan untuk membantu menganalisa pembuatan keputusan. Sistem ini juga dapat
menyatukan beberapa fungsi informasi dengan program komputerisasi, seperti
e-procurement.
7.
Decision Support
System (DSS)
Sistem
ini membantu para manajer dalam mengambil keputusan dengan cara mengamati lingkungan
dalam perusahaan. Contohnya, Link Elektronik di sekolah Tunas Bangsa, yang
mengamati jumlah pendapatan atau pendaftaran siswa baru setiap tahun.
8.
Expert System
(ES) dan Artificial Intelligent (A.I.)
Sistem
ini pada dasarnya menggunakan kecerdasan buatan untuk menganalisa pemecahan masalah
dengan menggunakan pengetahuan tenaga ahli yang telah deprogram kedalamnya.Contohnya,
system jadwal mekanik.
9.
Group Decision
Support System (GDSS) dan Computer-Support Collaborative Work System (CSCWS)
Serupa
dengan DSS, tetapi GDSS mencari solusi lewat pengumpulan pengetahuan dalam satu
kelompok, bukan per individu.Biasanya berbentuk kuesioner, konsultasi, dan skenario.
Contohnya adalah e-government.
10.
Executive
Support System (ESS)
Sistem
ini membantu manajer dalam berinteraksi dengan lingkungan perusahaan dengan berpegang
pada grafik dan pendukung komunikasi lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar